Indonesia kini sudah berumur 71 Tahun , negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang luar biasa, penghasil Gas Alam Cair (LNG) terbesar dan Penghasil Emas timah terbesar kedua di dunia. Kantung minyak bumi terbesar kelima setelah Arab Saudi dan negara-negara Timur tengah lainnya. Tentunya kita harus bangga dengan kekayaan yang kita miliki ini, namun apakah telah kita sadari bahwa kekayaan kita dikelola oleh asing? Yah, tentu saja sebagian masyarakat indonesia telah mengetahui hal ini. Apakah tindakan kita? Diam? Atau melakukan Gerakan Peralihan?. Jawabannya ada pada individu anda sendiri.
Sebut saja Perusahaan FREEPORT dan NEWMOON, perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan Emas dan logam mulia jenis lainnya dan menambang di Indonesia. Menurut sumber penulis, bahwa keuntungan perusahaan freeport mencapai Rp. 4000 triliun/10 tahun, dan keuntungan indonesia dari tambang tersebut hanya 10,5% saja. Tentu saja hal ini adalah ketidakadilan yang sangat parah dan malah membuang jati diri bangsa.
Bukan hanya Emas, dalam pertambangan minyak pun, indonesia hanya mengelola 20% minyak mentah hasil buminya, dan selebihnya dikelola oleh perusahaan asing seperti EXXON, CHEPRON dan PETROCHINA. Padahal dapat kita logikakan bahwa jika kita bisa mengelola Minyak dan Hasil tambang Indonesia yang lainnya, maka tidak akan ada Kenaikan BBM, Defisit Anggaran Negara, dan masalah-masalah Ekonomi Indonesia yang lainnya.
Bukan hanya gagal memanfaatkan sumber daya alam, Indonesia bahkan terlilit Utang yang jumlahnya cukup luar biasa, Jepang merupakan kreditur terbesar dengan USD 15,58 miliar, Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar USS 9,106 miliar, Bank Dunia (World Bank) sebesar USD 8,103 miliar, Jerman dengan USD 3,809 miliar, Amerika Serikat USD 3,545 miliar, Pihak lain, baik bilateral maupun multilateral sebesar USD 16,388 miliar.
Pertanyaan paling umum pada Permasalahan di atas adalah, Mengapa Negara yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia bisa terlilit utang yang sangat banyak? Dan apakah solusinya? Jawabannya ada pada kesadaran berpikir rakyat pribumi Indonesia.
Indonesia masih dalam masa kolonialisme, atau penjajahan. Walau tak dijajah secara terang-terangan, namun orang asing telah berhasil memonopoli sektor perekonomian kita. Dan merupakan suatu aib jika kita sebagai Ahli Waris yang sah dari Ibu Pertiwi tidak dapat melakukan apa-apa terhadap masalah ini, di sinilah kemampuan berpikir secara radikal para pelajar, mahasiswa, dan golongan masyarakat lainnya sangat dibutuhkan, tidak peduli sekonyol atau seekstrim apapun solusi yang muncul, semua cara patut dicoba.
Selain kegagalan kita mengelola SDA, masih banyak masalah lain seperti korupsi, dimana indonesia termasuk 10 negara terkorup di dunia. Kegagalan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sistem perpolitikan Indonesia yang Krisis ideologi dan sangat tidak bersih. Dan berbagai masalah lainnya yang membutuhkan tangan dan bahu para Pemuda dan Kalangan Intelektual untuk berani berkotor tangan dan tidak hanya diam seperti kelinci percobaan oleh pihak-pihak yang sangat bengis.
Dalam suatu Organisasi Kedaerahan yang bernama HPMB-Raya, dimana Lembaga ini merupakan forum yang membawa inovasi berpikir Out The Box yang sangat penuh dengan Makna Keilmuan, di momen hari kemerdekaan yg ke-71 Tahun ini HPMB-Raya berhasil mendiskusikan hal yang saya bahas di atas dan meluncurkan beberapa solusi yang patut dicoba, berikut solusinya;
1. Mengawal anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang sebenar-benarnya.
2. Demonstrasi
3. Mempererat persatuan Mahasiswa dan Persatuan antar mahasiswa dengan masyarakat.
4. Penegakan hukum sebenar-benar dan seadil-adilnya.
5. Melahirkan keadilan dalam diri sendiri sebelum ke masyarakat.
6. Sastra kritik
7. Kekayaan alam dibagi rata.
8. Nasionalisasi aset negara.
9. Pemberantasan sikap apatis.
10. Lahirkan analisis dealektika.
Banggalah menjadi Indonesia, setelah berani untuk mengatakan tidak pada ketidak adilan global terhadap Indonesia, dan bobroknya kualitas Pejabat dan Aset negara. Banggalah menjadi Indonesia saat kalian setidaknya memiliki kontribusi, sekecil apapun itu. Banggalah menjadi Indonesia setelah Kita Benar-Benar Merdeka di segala hal.
Senin, 14 November 2016
Indonesia Ku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar